Ajaran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryamentaram tentang Juru Catat Pikiran

- 19 Mei 2022, 13:14 WIB
Ajaran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryamentaram tentang Juru Catat Pikiran
Ajaran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryamentaram tentang Juru Catat Pikiran /unsplash.com/Aziz Acharki

 

HALOCILEGON.COM- Jawa sudah lama mengenal konsep niteni, niteni yakni menandai hasil dari pengamatan dirinya atas suatu hal.

Pikiran dengan kompleksitasnya dapat kita amati kemudian ditandai untuk sadar dan waspada pada tiap jebakan-jebakan pikiran.

Suryamentaram mempunyai istilah juru catat, dimana ada 11 kelompok catatan-catatan yakni: harta, kehormatan, kekuasaan, bangsa, keluarga , golongan, jenis, pengetahuan, kebatinan, keahlian, rasa hidup. Ketika ada satu saja catatan yang diganggu, mengakibatkan kemarahan.

Misalnya, anaknya diganggu akan mengakibatkan kemarahan dengan membela sang anak, anak ini termasuk catatan keluarga.

Lebih jauh lagi mencatat pikiran, berarti kita sadar penuh dalam mengamati gerak-gerik jebakan pikiran.

Dikatakan jebakan pikiran karena pikiran mengarahkan kita kepada pemujaan terhadap egosentris.

Egosentris yang menciptakan obsesi terlihat begitu layak diperjuangkan, membuat keserakahan dinilai sebagai cara lumrah untuk bisa kaya raya, hingga menganggap kemarahan boleh diluapkan dengan semena-mena dimana saja dan kapan saja.

Juru mencatat pikiran memiliki pekerjaan membutuhkan ketelitian dalam mengamati permainan pikiran.

Mengamati adalah melihat gambaran pikiran kita sebagai film yang ada di layar dan tidak terbawa perasaan hanyut dalam suasana film di layar.

Halaman:

Editor: Roby Martin


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah