Memperingati Hari Tritura 10 Januari, Begini Sejarah dan Isi Tuntutannya

- 10 Januari 2023, 08:08 WIB
Ilustrasi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa
Ilustrasi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa /Pexels/Febry Arya/

HALOCILEGON - Hari Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) jatuh setiap tanggal 10 Januari.

Hari Tritura menjadi salah satu sejarah besar di Indonesia.

Bagaimana tidak, peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 Januari 1966 diketahui menjadi tonggak lahirnya Orde Baru.

Baca Juga: Hasil Leg 2 Semifinal Piala AFF 2022, Indonesia Gagal Memasuki Babak Final

Lantas, bagaimana sejarah terbentuknya Hari Tritura?

Sejarah Terbentuknya Hari Tritura

Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) menjadi awal mula terbentuknya hari peringatan Tritura.

G30S PKI sendiri merupakan sebuah gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Soekarno serta menjadikan Indonesia untuk menerapkan sistem komunis.

Masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, menentang adanya peristiwa G30S.

Baca Juga: Kondisi Indra Bekti Saat Ini, Indy Barends: Semakin Membaik dan Aktif Bicara

Terjadilah aksi demonstrasi oleh para mahasiswa pada tanggal 10 - 13 Januari 1966 sebagai bentuk rasa kecewa atas sikap pemerintah.

Dilansir dari laman resmi Pemerintahan Kabupaten Asahan, tuntutan yang disampaikan oleh para mahasiswa ini antara lain:

1. Bubarkan Partai Komunis Indonesia

Pemerintah dianggap lambat dalam mengambil sikap terhadap PKI yang dianggap terlibat dalam peristiwa G30S dan banyak tokoh komunis yang berada di dalam kabinet pemerintahan.

Baca Juga: BTS Ambil 5 Penghargaan di Golden Disk Awards 2023, J-Hope Sampaikan Hal ini

2. Rombak Kabinet Dwikora, karena Pemerintah dinilai tidak bisa mengendalikan kestabilan politik, ekonomi dan sosial. Menurut masyarakat, Presiden Soekarno lebih mementingkan perebutan Irian Barat dan urusan konfrontasi Indonesia-Malaysia.

3. Turunkan Harga, kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah kurang tepat yang membuat kestabilan ekonomi yang semakin memburuk.

Aksi yang terjadi di Gedung Sekretariat tersebut diikuti oleh banyak organisasi.

Baca Juga: Kenali Skizofrenia, Gangguan Kejiwaan Kronis yang Membahayakan Penderitanya

Organisasi-organisasi tersebut antara lain:

1. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI)

2. Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI)

3. Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI)

4. Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI)

5. Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI)

6. Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI)

7. Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), dan sejumlah organisasi lainnya.

Baca Juga: Memperingati HUT KOWAL 2023, Simak Sejarah Pembentukannya

Sampai di lokasi, para mahasiswa disambut oleh gas air mata yang diluncurkan untuk membubarkan massa tersebut.

Namun hal ini tidak menurunkan semangat berjuang mereka, sampai pada akhirnya Soekarno memutuskan untuk melakukan reshuffle kabinet.

Sayangnya, upaya yang dilakukan oleh Soekarno pada 21 Januari 1966 tidak membuat para mahasiswa puas.

Baca Juga: CEK JADWAL dan Harga Tiket Kereta Api Lokal Walantaka-Rangkasbitung Rangkasbitung-Walantaka Kamis, 5 Jan 2023

Keputusan presiden tersebut masih belum sesuai dengan harapan mereka, oleh karena itu aksi demonstrasi kembali dilakukan pada 24 Februari 1966.

Aksi tersebut menyebabkan Arif Rahman Hakim, salah satu mahasiswa, menjadi korban tembakan aparat keamanan.

Setelah insiden hari itu, Soekarno menerbitkan Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.

Baca Juga: Perpu Cipta Kerja 2023, Pengusaha Wajib Memberikan Pesangon Jika Pekerja Memenuhi Ketentuan Berikut Ini

Demikian adalah sejarah lahirnya Hari Tritura yang diperingati setiap 10 Januari.

Upaya dari para mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi ini patut dikenang dan menjadi salah satu sejarah penting di Indonesia.***

Editor: Nurhendra Wibowo

Sumber: Pemerintah Kabupaten Asahan


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah