Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2022: Sejarah Singkat Tentang Perjuangan Perempuan

- 8 Maret 2022, 01:02 WIB
Aksi massa dari Simpul Puan melakukan longmarch dari Taman Braga menuju Gedung Sate untuk memperingati International Women's Day pada Senin, 8 Maret 2021.
Aksi massa dari Simpul Puan melakukan longmarch dari Taman Braga menuju Gedung Sate untuk memperingati International Women's Day pada Senin, 8 Maret 2021. /PORTAL JEMBER/Mohammad Syahrial

Selanjutnya, terjadi peningkatan perempuan dalam gerakan buruh, khususnya di industri tekstil, bangkit melawan kapitalisme industri.

Tuntutannya jelas terletak pada hancurnya patriarki dan kondisi serta upah layak. Bertebaran seruan "roti dan mawar".

Semula gerakan Feminisme fokus pada Hak Azasi Manusia, lalu berlanjut untuk hak pilih perempuan.

Feminisme bergabung dengan perjuangan kelas pekerja untuk upah layak serta panggilan kebebasan dan kesetaraan untuk 1 kelompok berarti kebebasan dan kesetaraan untuk semua.

Terakhir. Gerakan anti perbudakan dan anti rasial di Amerika Serikat bergabung dengan perjuangan buruh formal maupun informal.

Gerakan ini terjadi secara singkat antara berakhirnya perang saudara dan berakhirnya Perang Dunia I.

Memberikan landasan teoritik untuk mencoba menggabungkan beragam kelompok ke dalam perjuangan revolusioner.

Di Amerika Serikat, perjuangan panjang dimulai dari 1857 melalui pemogokan besar-besaran buruh industri tekstil untuk upah, kondisi kerja dan tunjangan kesehatan maupun keselamatan.***

 

Halaman:

Editor: Syamsul Ma'arif

Sumber: anticapitalistresistance.org


Tags

Terkait

Terkini