Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2022: Sejarah Singkat Tentang Perjuangan Perempuan

- 8 Maret 2022, 01:02 WIB
Aksi massa dari Simpul Puan melakukan longmarch dari Taman Braga menuju Gedung Sate untuk memperingati International Women's Day pada Senin, 8 Maret 2021.
Aksi massa dari Simpul Puan melakukan longmarch dari Taman Braga menuju Gedung Sate untuk memperingati International Women's Day pada Senin, 8 Maret 2021. /PORTAL JEMBER/Mohammad Syahrial

Tatanan dunia menuju demokratisasi, sosialisme dan hak pilih adalah bukti semangat revolusioner di Eropa maupun Amerika Serikat.

Awal dari perjuangan perempuan. Seluruh kelas pekerja Eropa, laki-laki maupun perempuan berupaya mendapatkan hak suara.

Berbeda dengan Amerika Serikat, perjuangannya pada isu rasial antara laki-laki kulit hitam dan perempuan kulit putih.

Memang sangat politis, mengingat penindasan terhadap masyarakat miskin dan tidak berkuasa marak terjadi.

Pendorong hak pilih universal, dimana bebas bersuara terlepas dari kepemilikan harta di awali oleh seorang perempuan sosialis revolusioner, Clara Zetkin.

Bahkan menggabungkan gerakan sosialis kelas pekerja dan gerakan perempuan pada umumnya melalui penetapan Hari Perempuan Internasional untuk mewujudkan tujuan buruh dan perempuan.

Hak pilih adalah hak alamiah laki-laki dan perempuan, ini pendapat Clara Zetkin pada tahun 1906.

Kemenangan pertama terjadi pada pekerja tekstil dan memperjuangkan hak pilih perempuan di Amerika Serikat.

Kemenangan kedua terjadi di Petrograd (St. Petersburg), Rusia pada tahun 1917 yang di awali pemogokan besar-besaran oleh pekerja perempuan.

Meskipun bertentangan dengan serikat pekerja dan partai politik sayap kiri karena di anggap prematur, gerakan ini berhasil menyulut gerakan menjadi 200.000 orang pekerja, disusul 66.000 orang tentara lokal hingga Nicholas Tsar turun tahta.

Halaman:

Editor: Syamsul Ma'arif

Sumber: anticapitalistresistance.org


Tags

Terkait

Terkini